NADIKABAR.COM — Sebuah kebakaran terjadi di kompleks nuklir Amerika Serikat (AS), hingga menyebabkan satu orang mengalami cedera ringan. Tidak ada laporan kontaminasi di lokasi imbas kebakaran tersebut.

Juru bicara Departemen Energi AS, seperti dilansir Reuters, Kamis (29/10/2026), mengatakan bahwa kebakaran itu melanda kompleks Savannah River Site di South Carolina, tepatnya di Savannah River National Laboratory, pada Rabu (28/10) waktu setempat.

Kompleks tersebut memproduksi plutonium dan tritium untuk senjata nuklir pada era Perang Dingin.

Juru bicara tersebut, dengan mengutip para pejabat Savannah River Site, mengatakan bahwa api telah dipadamkan dan tidak ada laporan mengenai kontaminasi.

Penyebab kebakaran itu belum diketahui secara jelas.

Ditambahkan juru bicara tersebut bahwa satu korban cedera merupakan seorang pegawai di kompleks tersebut, yang telah dibawa ke rumah sakit setempat.

Disebutkan juga bahwa kebakaran itu sempat memicu status "keadaan darurat area lokasi" di kompleks tersebut.

Sementara Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) memberlakukan pembatasan penerbangan di wilayah tersebut saat kebakaran terjadi. Operator Savannah River Site menyatakan bahwa akses transportasi melalui jalur kereta api, sungai, dan darat di area tersebut juga dibatasi.

Para pegawai yang tidak terlibat dalam penanganan darurat atau operasi shutdown diminta berlindung sebagai langkah pencegahan.

Savannah River Site dibangun di dekat Jackson, South Carolina, pada awal tahun 1950-an. Setelah sempat memproduksi material untuk senjata nuklir selama Perang Dingin, kompleks itu berfokus pada pembersihan limbah dan pengelolaan material nuklir.