"Saya juga sudah berkali-kali sebenarnya melakukan pembicaraan dengan baik dengan gubernur, wakil gubernur dan kemudian juga DPR Aceh membahas masalah bendera, masalah Blang Padang dan dana khusus dan terakhir kemarin masalah ini dibahas dalam rapat Polkam yang diadakan tanggal 2 November yang lalu," katanya.

Ia juga mendapat informasi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto untuk mencari penyelesaian masalah bendera.

"Saya ingin sekali masalah ini diselesaikan dengan baik dalam waktu yang tidak terlalu lama. Tadi malam juga saya bicara agak panjang dengan Yang Mulia Wali Nanggroe membahas antara lain juga masalah bendera dan insiden penembakan yang terjadi di Pidie," katanya.

Pemerintah Pusat ingin mencari penyelesaian segera dan sudah banyak sekali masukan-masukan serta mengkaji aspek-aspek hukumnya bersama dengan Mendagri dan Menko Polkam.

"Kita berharap semoga masalah ini kita segera carikan jalan keluarnya sehingga tercipta perdamaian di Aceh. Itu yang menjadi harapan kita bersama," katanya.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Dinas Penerangan Angkatan Darat yang diterima pada Kamis, aparat TNI dan Polri telah mengedepankan langkah persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara agar bendera tersebut tidak dikibarkan.

Namun, upaya tersebut belum mencapai kesepakatan karena panitia tetap bersikeras mempertahankannya.

Di sisi lain, TNI AD juga melakukan langkah antisipasi terhadap rencana kegiatan Syiar Aceh Merdeka di wilayah Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

Personel Kodim 0102/Pidie bersama personel Bawah Kendali Operasi (BKO) melaksanakan patroli dan komunikasi sosial dengan masyarakat. Kegiatan yang semula direncanakan di Desa Udeung Poroh akhirnya dipindahkan ke Makam Abdullah Syafi'i, Desa Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

Dalam proses penertiban di Desa Pulo Keunari, situasi meningkat dan terjadi aksi pelemparan batu serta kayu ke arah personel TNI.