Ada pula doa yang berisi permohonan perlindungan dari sifat penakut, seburuk-buruk umur, fitnah dunia, dan siksa kubur. Bacaan ini diriwayatkan dalam hadis Bukhari dari Saad bin Waqash.
اَللّٰهُمَّ اَنِّى اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ اَنْ اُرَدَّ اِلـٰى اَرْذَلِ الْعُمُرِ وَاَعُوْبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَاوَاَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
Artinya: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung diri kepada-Mu dari sifat penakut dan aku berlindung kepada-mu dari mengalami seburuk-buruk umur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. (HR Bukhari dari Saad bin Waqash)
Bacaan berikut berisi permohonan ampun atas dosa dan kesalahan. Selain itu, doa ini memohon agar Allah SWT memberikan petunjuk menuju usaha dan budi pekerti yang terbaik serta menjauhkan dari keburukannya.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْذُنُوْبِى وَخَطَايَايَ كُلَّهَا. اَللّٰهُمَّ اَنْعِشْنِى وَاجْبُرْنِى وَاهْدِنِى لِاَحْسَنِ الْاَعْمَالِ وَالْاَخْلَاقِ إِنَّهُ لَايَهْدِى لِاَحْسَنِهَااِلَّا اَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَااِنَّهُ لَايَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا اِلَّااَنْتَ
Artinya: Ya Tuhanku, ampunilah semua dosa san kesalahanku. Ya Tuhanku, segarkanlah aku dan tutuplah semua keaibanku dan tunjukilah aku kepada sebaik-baik usaha dan sebaik-baik budi, karena sesungguhnya tidak ada orang yang dapat menunjukkan kepada sebaik-baik usaha dan budi selain Engkau, dan palingkanlah aku dari seburuk-buruk usaha dan budi, karena tidak ada yang dapat memalingkannya dariku selain Engkau juga. (Ibnu Hajar Asqalani)
Selain doa dan dzikir yang disebutkan di atas, terdapat doa sesudah sholat dhuha yang umum dijumpai dan dapat dibaca setelah melaksanakan sholat dhuha. Doa ini berisi permohonan rezeki kepada Allah SWT.
Termasuk memohon agar rezeki yang sulit dimudahkan, yang jauh didekatkan, serta diberikan sebagaimana yang telah diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang saleh. Berikut bacaan doa setelah sholat dhuha.
اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَائُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى الْاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًافَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اٰتِنِى مَااٰتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Artinya: Wahai Allah. Sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, kebaikan adalah kebaikan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, perlindungan adalah perlindungan-Mu. Wahai Allah. Jika rezekiku ada di langit, maka turunkanlah. Jika ada di dalam bumi, maka keluarkanlah. Jika sulit, mudahkanlah. Jika haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah. Berkat kebenaran waktu dhuha-Mu, keindahan-Mu, kebaikan-Mu, kekuatan-Mu dan kekuasaan-Mu, berikanlah aku apa saja yang teleh Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.
Membaca doa dan dzikir setelah sholat dhuha dapat menjadi salah satu cara untuk mengisi waktu pagi dengan ibadah. Berbagai bacaan tersebut memuat permohonan ampun, perlindungan, kebaikan, petunjuk, hingga rezeki kepada Allah SWT.
Dengan demikian, setelah menunaikan sholat dhuha, umat Islam dapat melanjutkannya dengan berdzikir dan berdoa sesuai dengan kemampuan. Doa dan dzikir tersebut dapat menjadi sarana untuk semakin mengingat Allah SWT sebelum melanjutkan aktivitas sehari-hari.