NADIKABAR.COM — Kabakaran hutan dan lahan (kahutla) di Indonesia telah mencapai 72.798 hektare menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kondisi ini menyebabkan sejumlah daerah terpapar udara dengan tingkat polusi yang tinggi.
Menurut perusahaan pengukur kualitas udara global, IQAir, sejumlah wilayah terdampak karhutla memiliki kualitas udara yang buruk, bahkan berbahaya. Pengukuran kualitas udara berfokus pada partikulat halus PM2.5 dengan mengikuti pedoman kualitas udara tahunan PM2.5 dan target interim dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Polusi udara PM2.5 merupakan partikel udara sangat kecil yang bisa terhirup hingga mencapai paru-paru dan aliran darah. Apabila polutan PM2.5 di sebuah wilayah meningkat, maka bisa mengancam kesehatan.
Hasil pengukuran kualitas udara oleh IQAir dikelompokkan menjadi skala angka tertentu. Semakin tinggi angka, semakin buruk kualitas udara.
101-150: Tidak sehat bagi kelompok sensitif
Menurut data real-time atau waktu nyata IQAir, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Pontianak jadi yang terburuk di Indonesia per Rabu (26/8/2026) pukul 11.30. Pontianak menjadi kota paling berpolusi dengan kualitas udara masuk kategori berbahaya.
Palangka Raya menyusul di posisi selajutkan dengan polusi yang masuk kategori tidak sehat. Begitu pun dengan Jambi, Palembang, dan Pekanbaru yang juga memiliki kualitas udaran tidak sehat.