NADIKABAR.COM — Persoalan pengangguran masih menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kondisi pasar kerja di Asia pada 2026. Di tengah pemulihan ekonomi dan perubahan kebutuhan tenaga kerja, sejumlah negara tercatat memiliki tingkat pengangguran yang jauh lebih tinggi dibandingkan negara Asia lainnya.

Lalu negara mana yang berada di posisi teratas dalam daftar pengangguran tertinggi di Asia tahun ini. Indonesia juga menarik perhatian karena tingkat penganggurannya menjadi salah satu angka yang kerap dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan.

Tingkat pengangguran di sebuah negara bisa turun ketika ekonomi tumbuh dengan sehat dan pasar kerja berkembang. Sebaliknya, jika tingkat pengangguran terus naik, berarti ekonomi cenderung turun.

Dikutip detikEdu dari laporan Worldstats.io yang merangkum data dari World Bank (Bank Dunia) dan lembaga internasional lain seperti Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), berikut ini daftar lengkapnya.

Di wilayah Asia Tenggara, Brunei tercatat memiliki angka pengangguran tertinggi dengan 5,3%. Brunei menjadi negara dengan pengangguran tertinggi ke-16 di Asia.

Menyusul Malaysia yang memiliki angka pengangguran mencapai 3,8% dan berada di posisi ke-26 se-Asia. Sementara angka pengangguran di Indonesia mencapai 3,2% dan menempati posisi ke-31.

Meski begitu, menurut data per Juni 2026, angka pengangguran di Malaysia lebih rendah, yakni sekitar 3%. Jumlah penganggurannya sekitar 517 ribu orang.

Kemudian di Indonesia, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurut Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2026 lebih tinggi, yakni mencapai 4,65%. Jumlah penganggurannya mencapai 7,22 juta orang.

Perbedaan tingkat pengangguran umumnya dipengaruhi oleh kriteria setiap negara yang berbeda dalam mendefinisikan pengangguran. Ada yang mendefinisikan pengangguran sebagai orang yang tidak bekerja; ada yang mendefinisikan pengangguran sebagai orang yang tidak bekerja, sedang mencari kerja, dan tidak memiliki pekerjaan sama sekali.