Dia menuturkan peserta yang memiliki kemauan belajar dapat menguasai keterampilan menjahit meskipun belum memiliki kemampuan itu sebelumnya.

Dia pun berharap keterampilan tersebut dapat mendorong peserta menjadi lebih produktif dan membantu perekonomian keluarga melalui kegiatan menjahit maupun usaha busana.

“Kami meyakini jika peserta memiliki kemauan untuk belajar berarti, akan mampu, karena materi menjahit yang diajarkan dimulai dari nol, minimal membuat pakaian sendiri,” ujar Riris.

Salah satu peserta yang juga Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan Kwitang Yasmiati mengaku mengikuti pelatihan tersebut karena ingin memiliki keterampilan menjahit yang sebelumnya belum ia kuasai.