"Nggak bisa tidur. Belum mandi, belum tidur sampai sekarang," kata Asmuni sambil tertawa kecil.

Seratusan orang pengungsi itu berasal dari 23 kepala keluarga (KK) yang berasal dari berbagai daerah. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, mulai Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebagian besar warga sehari-hari bekerja sebagai pengepul barang bekas. Namun, setelah tempat tinggal sekaligus tempat mereka beraktivitas dilalap api, mereka belum bisa kembali bekerja.

"Nggak ada sama sekali (tidak bisa kerja)" tambah Asmuni.