Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadikan kompetisi ini sebagai sarana memantau dan menyeleksi atlet pelajar potensial untuk mendapat pembinaan lanjutan serta bersaing di level lebih tinggi.

Atlet berprestasi dari ajang tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari proses regenerasi dan seleksi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Selain kemampuan teknis, kompetisi ini menjadi ruang bagi para pelajar untuk membangun mental bertanding, kedisiplinan, kerja sama tim, dan sportivitas sebagai bekal menjadi atlet berkualitas.