BMKG terus memonitor aktivitas gempa susulan akibat Flores Back-Ara Thrust di wilayah tersebut. Warga diimbau tetap waspada dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Menghindari dari bangunan retak atau rusak diakibatkan gempa bumi," pungkas Arief.
Diketahui, gempa bumi di Pulau Flores menyebabkan tujuh kabupaten di NTT terdampak, yakni Kabupaten Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat. Tercatat sebanyak 111 orang meninggal dunia akibat gempa dahsyat tersebut per Minggu (30/8). Sementara itu, gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar 3-4 pekan setelah gempa utama mengguncang.