"Alhamdulillah, ISHARI kali ini dihadiri banyak anak-anak kecil. Sehingga tidak terkesan ISHARI hanya untuk orang tua," ujarnya.

Ia menegaskan, seni hadrah dalam ISHARI memiliki karakter yang berbeda dengan hadrah modern seperti Banjari. Perbedaan tersebut terlihat dari jenis pukulan, ketukan, hingga makna yang terkandung dalam setiap rangkaian penampilannya.

Shobih menambahkan, pengenalan kepada generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberadaan seni hadrah ISHARI.

"Pengenalan kepada generasi muda menjadi bagian penting agar kesenian tersebut tetap dipahami, dipraktikkan, dan memiliki ruang di tengah perubahan zaman," ujarnya.