NADIKABAR.COM — Setelah 11 bulan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi, pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan kemajuan. Pemerintah kini memprioritaskan pekerjaan yang masih tersisa, khususnya pembangunan hunian dan fasilitas publik permanen, serta penguatan mitigasi untuk meningkatkan keselamatan masyarakat.

Ketua Dewan Pengarah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Sugiono, mengapresiasi kerja seluruh unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat dalam memulihkan wilayah terdampak.

Menurut Sugiono, pemerintah telah memprioritaskan regulasi dan dukungan anggaran untuk menangani dampak bencana di tiga provinsi. Meskipun masih menghadapi keterbatasan anggaran dan sejumlah kendala di lapangan, sebagian besar program pemulihan telah berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"11 bulan lamanya proses rehabilitasi dan rekonstruksi ini berjalan. Tadi juga dilaporkan kepada saya, termasuk yang disampaikan para kepala daerah, bahwa sebagian besar upaya rekonstruksi dan rehabilitasi yang dilakukan pemerintah terhadap daerah-daerah terdampak bencana di Sumatera sudah terealisasi dan tercapai," ujar Sugiono dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2026).

Hal tersebut disampaikan Sugiono di Posko Nasional Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Jakarta, Senin (26/10/2026).