Kuatnya mobilitas pada kawasan tersebut juga terlihat dari aktivitas pariwisata. Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah mencatat perjalanan wisatawan nusantara yang datang ke Jawa Tengah pada Agustus 2026 mencapai 13,79 juta perjalanan, atau meningkat 25,80 persen dibandingkan Agustus 2025. Pada tingkat nasional, jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Agustus 2026 mencapai 104,30 juta perjalanan, naik 11,47 persen secara tahunan.
Menurut Anne, tingginya arus perjalanan tersebut selaras dengan karakter wilayah yang dilalui Joglosemarkerto. Semarang, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Tegal, Pekalongan, dan kota di antaranya memiliki hubungan perjalanan yang beragam, mulai dari pekerjaan, pendidikan, perdagangan, kunjungan keluarga hingga wisata.
“Karakter perjalanan pelanggan pada koridor ini sangat beragam. Seseorang bisa melakukan perjalanan Solo–Semarang untuk bekerja, Yogyakarta–Purwokerto untuk pendidikan atau kunjungan keluarga, maupun bergerak antarkota untuk wisata dan aktivitas ekonomi. Pola seperti ini membentuk pasar perjalanan regional yang kuat,” kata Anne.