Maman menjelaskan sejumlah data yang tidak lolos tahap verifikasi merupakan penerima KUR (Kredit Usaha Rakyat). Selain itu, terdapat pula data yang tidak lolos Dukcapil.

"Nah, data yang terverifikasi itu dari 173.000 menjadi 112 itu disebabkan pertama karena ada sekitar kurang lebih data yang anomali setelah kita verifikasi di data Dukcapil. Lalu, yang kedua yang memang ada kurang lebih sekitar 23.000 yang dia sudah masuk dalam daftar penerima KUR," ujarnya.

Maman menambahkan penyaluran Banpres tahap kedua sedang diproses bersama pemerintah daerah. Dia menargetkan pendataan tuntas pada 2 November.

"Itu dan tahap kedua, untuk sisanya kurang lebih 88.000-an, kami sekarang sedang melakukan koordinasi dengan semua kepala dinas di tiga provinsi yang ada di daerah bencana, dan tahap kedua ini akan masuk dan kita sudah minta deadline-nya tanggal 2 November dan kita tunggu nanti setelah tanggal 2 November berapa banyak data yang akan masuk dan akan kita verifikasi dan ini target kita sebelum Desember ini semua sudah harus terealisasi," ujarnya.