"Selama seluruh proses negosiasi berlangsung, ia tetap dikelilingi oleh anak-anak dan memangku salah satu dari mereka," kata Lopes Dias.
Negosiasi berlangsung selama 2,5 hingga tiga jam lamanya. Anak-anak yang disandera mulai gelisah dan pelaku mulai memukuli mereka.
"Begitu kami menyadari anak-anak semakin panik dan pelaku mulai melakukan penganiayaan fisik terhadap mereka, kami memutuskan untuk melakukan intervensi taktis guna mencegah dampak yang lebih buruk," jelasnya.
Gambar-gambar yang ditayangkan di stasiun televisi lokal memperlihatkan para guru dan staf sekolah lainnya menggiring anak-anak lain keluar dari fasilitas tersebut. Media lokal melaporkan bahwa beberapa tembakan dilepaskan dan terdengar suara yang menyerupai bom kilat.