NADIKABAR.COM — Abu vulkanik akibat erupsi gunung api dapat berdampak pada kesehatan anak. Partikel abu yang terhirup berisiko mengganggu saluran pernapasan, terutama pada anak yang memiliki riwayat asma atau alergi saluran napas.

Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan sejumlah rekomendasi untuk melindungi anak dari paparan abu vulkanik. Salah satunya adalah tidak menyalakan kipas angin ketika abu sudah masuk atau mengendap di dalam rumah.

Berikut 13 rekomendasi IDAI untuk melindungi anak dari paparan abu vulkanik:

Langkah paling ideal adalah mengungsikan anak dan menjauhkannya dari lokasi yang terdampak langsung oleh letusan gunung api.

Bila kondisi udara di lingkungan buruk, yakni nilai ISPU lebih dari 100, anak sebaiknya tetap berada di dalam rumah dengan kondisi pintu dan jendela tertutup rapat. Kualitas udara dapat dipantau melalui situs pemantau kualitas udara.

Anak sebaiknya tidak berada di sekitar lokasi ketika orang dewasa sedang membersihkan abu vulkanik.