Selain dipaksa mengonsumsi minuman tersebut, para korban diduga dimintai uang dengan nominal berbeda-beda. Bambang menyebut setiap siswi diminta memberikan uang sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000.

"Ini juga ada yang informasi selain dipaksa untuk mengonsumsi minuman, juga ada yang dilakukan ini, pemalakan. Misalnya disertai permintaan uang ke junior-junior itu, dimintain Rp5 ribu-Rp10 ribu," ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, tiga dari 13 siswi dilaporkan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Mereka mengalami gejala sakit perut setelah diduga dipaksa meminum campuran kopi, cuka, dan bawang putih.