Dalam kawasan ini, ada tiga klaster yang menggerakkan Bahodopi. Klaster pertama adalah klaster stainless steel yang fokus mengolah bijih nikel menjadi NPI hingga produk akhir stainless steel (seperti slab, HRC, dan CRC). Klaster ini merupakan salah satu basis produksi nikel dan baja nirkarat terbesar di satu kawasan. Klaster kedua yakni klaster carbon steel dibangun untuk memproduksi baja karbon guna memenuhi kebutuhan sektor konstruksi dan perkakas nasional maupun global. Klaster ketiga adalah komponen bahan baku baterai yang mengolah bahan baku pendukung ekosistem kendaraan listrik, termasuk elemen katoda dan anoda untuk baterai litium-ion.

Selain tiga klaster utama tadi, kawasan IMIP juga didukung oleh industri penunjang seperti PLTU dan PLTS, pabrik bahan kimia pendukung (silikon, mangan, kapur, kokas), serta fasilitas pelabuhan dan bandara khusus.

Sekarang IMIP bukan lagi sekadar proyek industri. Ia telah mengubah lanskap Bahodopi dan menghidupkan ekonomi di sekitarnya.

Data HR Department PT IMIP mencatat, pertumbuhan tenaga kerja di Kawasan IMIP begitu sangat masif. Pada tahun 2020 jumlah tenaga kerja sebanyak 35.592 orang, 2021 naik menjadi 51.542 orang. Tahun 2022 sebanyak 68.466 orang, 2023 ada 74.350 orang, dan 2024 sekitar 83.000 orang. Tahun 2025 naik lagi menjadi 86.804, dan hingga September 2026, jumlah karyawan di kawasan ini telah mencapai 100.310 orang, dengan rincian 91.904 karyawan laki-laki dan 8.406 karyawan perempuan.