Menurut dia, alat EWS curah hujan yang sudah rusak diadakan sekitar tahun 2016. Sistem kerja perangkat itu sederhana.
Alat itu memiliki corong penampung air hujan yang dihubungkan ke alat pengukur di dalam rumah menggunakan selang. Ketika intensitas hujan mencapai batas tertentu, perangkat itu seharusnya memberikan peringatan dengan suara sirene.
Berdasarkan hasil pengecekan bersama tenaga teknis, Yuli mengatakan, semua perangkat peringatan dini curah hujan yang ada sudah rusak dan tidak memungkinkan untuk diperbaiki.
Yuli menyampaikan bahwa tiga unit perangkat EWS modern yang dipasang di daerah rawan longsor di wilayah Kecamatan Kaloran dan Pringsurat saat ini masih berfungsi.