NADIKABAR.COM — Sebanyak 14 rumah yang dihuni oleh 39 kepala keluarga (KK) hangus dalam insiden kebakaran di permukiman padat di kawasan Jalan Keadilan, Kelurahan Keagungan, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat (Jakbar), Senin siang.
"Jumlah bangunan yang terbakar ada sekitar 14 rumah. Terdapat kira-kira 39 KK (kepala keluarga) dan 100-an jiwa lebih yang terdampak. Karena wilayah ini adalah permukiman yang padat, satu rumah itu bisa dihuni oleh 4 KK atau lebih," kata Lurah Keagungan Sahat Marulitua Simorangkir kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Alhamdulillah, memang tidak ada korban jiwa," ujar Sahat.
Saat kebakaran bermula, kata dia, warga bersama petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) serta perangkat kelurahan berupaya memadamkan api secara manual dengan menggunakan ember, sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran.
"Seluruh warga bersama PPSU dan perangkat kelurahan berjibaku melakukan pemadaman sebisanya melalui penyiraman manual menggunakan ember," tutur Sahat.
Menurut dia, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar 15 menit setelah dihubungi. Beberapa waktu setelah berjibaku, api akhirnya dapat dipadamkan.
"Alhamdulillah, api bisa teratasi. Saat ini, sudah masuk proses pendinginan," ungkap Sahat.
Dia memastikan situasi di lokasi kebakaran sudah kondusif dan aman.
Pihak kelurahan kini berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak.
Bantuan yang disiapkan itu, antara lain makanan siap saji dan perlengkapan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga setelah kebakaran.
"Penyalurannya dikoordinasikan bersama Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)," imbuh Sahat.
Terkait penyebab kebakaran, dia menyebutkan pihaknya belum dapat memastikan sumber api.
Penyelidikan lebih lanjut, kata dia, diserahkan kepada pihak kepolisian.
"Kita hanya mengimbau masyarakat agar berhati-hati di rumah untuk menjaga jangan sampai terjadi percikan api, apakah itu karena memasak atau korsleting listrik," pungkas Sahat.