Hari Kunjung Perpustakaan pertama kali dicanangkan pada 14 September 1995. Gagasan tersebut bermula dari surat Kepala Perpustakaan Nasional saat itu, Mastini Hardjoprakoso, kepada Presiden Soeharto.
Melalui surat Nomor 020/A1/VIII/1995, Mastini mengusulkan agar 14 September ditetapkan sebagai Hari Kunjung Perpustakaan. Usulan tersebut kemudian mendapat persetujuan.
Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan tidak hanya dimaknai dengan datang dan membaca buku di perpustakaan. Masyarakat juga dapat ikut merayakannya dengan mendonasikan buku, mengikuti kegiatan literasi, hingga menjadi sukarelawan dalam program perpustakaan.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perpustakaan tidak sekadar tempat menyimpan buku. Perpustakaan dapat menjadi ruang belajar, bertukar pengetahuan, dan membangun kebiasaan membaca.
Pada 14 September 2026, tanggal tersebut juga bertepatan dengan Tzom Gedaliah atau Puasa Gedaliah, yakni 3 Tishrei 5787 dalam kalender Yahudi. Tzom Gedaliah merupakan hari puasa yang berlangsung dari fajar hingga malam.
Peringatan ini berkaitan dengan wafatnya Gedaliah Ben Ahikam, seorang gubernur yang diangkat Nebukadnezar setelah kehancuran Bait Suci Pertama.
Gedaliah kemudian dibunuh oleh Yishmael bin Nethaniah. Peristiwa tersebut menjadi salah satu titik penting dalam sejarah komunitas Yahudi setelah kehancuran Bait Suci Pertama.
Setelah pembunuhan Gedaliah, masyarakat yang tersisa kemudian melarikan diri ke Mesir. Karena itu, Tzom Gedaliah menjadi hari untuk mengenang peristiwa tersebut.
Dalam kalender 2026, Tzom Gedaliah jatuh pada Senin, 14 September 2026.