NADIKABAR.COM — Guangzhou, Tiongkok, (ANTARA/PRNewswire)- Seperti apa wajah Guochao atau gaya khas Tiongkok pada saat ini? Para peserta pameran di ajang bertema "Guochao Fashion" pada Fase 3 140th Canton Fair memberikan beragam jawaban. Mereka memperlihatkan bagaimana warisan budaya Tiongkok dapat diolah menjadi karya mode modern melalui pemilihan bahan, teknik pengerjaan, dan desain kontemporer.
Warisan Budaya dalam Balutan Kain Modern
Salah satu koleksi yang mencuri perhatian menampilkan Shu Brocade, kain sutra jacquard khas Sichuan yang dikenal sebagai salah satu dari empat jenis brokat utama Tiongkok. Koleksi ini mengangkat motif-motif orisinal yang terinspirasi dari warisan budaya berusia ratusan tahun. Detail motifnya yang rumit menarik perhatian pengunjung, bahkan membuat sejumlah orang berhenti untuk mengabadikannya. Perpaduan teknik tenun tradisional dengan estetika modern turut menghidupkan kembali teknik kerajinan warisan budaya takbenda sekaligus membawanya ke pasar mode masa kini.
Koleksi lainnya memadukan kain rami tradisional Tiongkok dengan kekayaan warna khas budaya setempat. Kain rami dikenal memiliki tekstur alami, tampilan sederhana yang elegan, serta karakter ringan dan sejuk saat dikenakan. Melalui teknik pewarnaan inovatif, para desainer menghadirkan beragam warna yang terinspirasi dari budaya Tiongkok pada serat alami tersebut. Hasilnya, busana dengan perpaduan kesederhanaan, siluet yang mengalir, dan gaya kontemporer. Koleksi ini menghadirkan interpretasi baru terhadap estetika Timur, serta membawa unsur budaya tradisional dalam gaya berpakaian sehari-hari.