NADIKABAR.COM — Setiap daerah punya kepercayaan berbeda soal kebiasaan di rumah yang dianggap membawa kesialan. Ada yang berasal dari kebiasaan masyarakat luar negeri, aturan fengsui, hingga mitos yang berkembang dalam budaya Jawa.

Rumah seharusnya menjadi tempat paling nyaman untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga. Namun, tanpa disadari ternyata ada beberapa kebiasaan sederhana yang justru dipercaya bisa membawa energi kurang baik atau bahkan kesialan bagi penghuninya.

Kepercayaan seperti ini ternyata tidak hanya ada di Indonesia saja. Di berbagai negara, hingga budaya Jawa, terdapat pantangan tertentu yang masih dipercaya sebagian masyarakat.

Lantas, kebiasaan apa saja yang dianggap bisa membawa sial? Berikut beberapa di antaranya yang menarik ditelisik.

Dirujuk dari laman MSN, ada beberapa kebiasaan. Berikut deretannya:

Barang yang tidak dikembalikan ke tempatnya dipercaya bisa membuat rumah dipenuhi kekacauan. Dalam pandangan ini, kondisi rumah yang berantakan juga dianggap dapat membuat suasana hati dan kehidupan sehari-hari ikut tidak teratur.

Barang yang sudah digunakan tetapi terus disimpan tidak sesuai tempatnya akan membuat rumah semakin penuh. Kebiasaan ini dipercaya dapat membuat energi dan suasana rumah terasa berat karena terlalu banyak barang yang tidak beraturan.

Piring kotor dan sisa makanan yang dibiarkan terlalu lama dapat membuat dapur terlihat kotor dan menimbulkan bau. Karena itu, kebiasaan tersebut dipercaya bisa membawa suasana buruk ke dalam rumah dan membuat penghuni merasa tidak nyaman.

Tempat tidur yang selalu dibiarkan berantakan dipercaya dapat membuat seseorang memulai hari dengan kondisi yang tidak teratur. Kebiasaan kecil ini kemudian dikaitkan dengan produktivitas dan suasana rumah yang kurang baik.

Cucian yang ditaruh di jemuran tanpa diambil-ambil setelah mencuci akan membuat rumah terlihat semakin berantakan. Dalam kebiasaan menjaga rumah tetap rapi, kondisi tersebut dipercaya bisa membuat pekerjaan semakin menumpuk dan membawa rasa malas dalam menjalani aktivitas karena ketika mau mencuci melihat jemuran sudah ada cucian.

Menunda membersihkan dan mengeluarkan isi koper sampai kotor dipercaya dapat membuat suasana rumah terasa tidak nyaman. Selain itu, debu dan kotoran yang menumpuk juga bisa memengaruhi kebersihan serta kenyamanan penghuni.

Pakaian yang dibiarkan terlalu penuh dipercaya membawa suasana buruk karena rumah menjadi tidak rapi. Sebab secara praktis, kondisi ini juga dapat merusak lemari.

Dilansir laman Red Lotus Letter, ada sejumlah kondisi di rumah yang dipercaya dapat merusak fengsui dan membawa energi kurang baik. Berikut beberapa di antaranya:

Dalam fengsui, benda atau gambar yang menggambarkan kesedihan, kekerasan atau hal negatif dipercaya dapat memengaruhi energi rumah. Karena itu, benda yang dipajang sebaiknya memberikan kesan positif bagi penghuni.

Sepatu dianggap membawa energi dari luar rumah. Jika dibiarkan berserakan, kondisi tersebut dipercaya dapat membawa energi yang kurang baik masuk dan menyebar ke dalam rumah.

Bau tidak sedap dipercaya menjadi tanda adanya energi yang kurang baik di dalam rumah. Dalam fengsui sumber bau sebaiknya dicari dan dihilangkan, bukan sekadar ditutupi dengan pengharum ruangan.

Menyimpan barang berantakan di dalam laci, lemari atau gudang bukan berarti masalahnya hilang. Dalam fengsui tumpukan barang yang tidak tertata dipercaya tetap dapat menghambat aliran energi di rumah.

Barang ilegal atau benda yang dianggap memiliki energi negatif dipercaya dapat membawa pengaruh buruk bagi rumah dan penghuninya. Karena itu benda semacam ini tidak disimpan di dalam rumah.

Dirujuk dari Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP), Volume 5 No. 2, Desember 2022 | 223, oleh Dwi Amartani S1 dkk, terdapat sejumlah pantangan yang masih dikenal dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam mitos Jawa, anak gadis yang duduk di depan pintu dipercaya bisa membuatnya sulit mendapatkan jodoh atau membawa kesialan. Pantangan ini juga memiliki alasan praktis karena posisi tersebut dapat menghalangi orang yang hendak keluar atau masuk rumah.

Keluar rumah ketika waktu magrib dipercaya dapat mendatangkan gangguan atau kesialan. Dalam kepercayaan Jawa, waktu tersebut dianggap sebagai masa peralihan ketika makhluk gaib dipercaya mulai berkeliaran.

Bangun siang dikaitkan dengan ungkapan "rezeki dipatok ayam". Dalam kepercayaan masyarakat Jawa kebiasaan bangun terlalu siang dipercaya dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan mendapatkan rezeki karena terlambat memulai aktivitas.

Dalam kepercayaan kondisi rumah dan kebiasaan penghuninya dipercaya dapat memengaruhi keseimbangan energi di dalam rumah. Rumah yang berantakan, pakaian yang dibiarkan menumpuk, atau barang yang tidak segera dikembalikan ke tempatnya dianggap dapat menciptakan energi yang kurang baik.

Namun, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut secara langsung dapat mendatangkan kesialan. Anggapan mengenai keberuntungan atau kesialan lebih berkaitan dengan kepercayaan dan filosofi yang berkembang dalam budaya tertentu.

Meski begitu, kebiasaan tersebut tetap dapat memberikan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari. Rumah yang berantakan dapat membuat seseorang lebih sulit menemukan barang, merasa tidak nyaman, hingga mengalami stres karena pekerjaan rumah terus menumpuk.

Nah, itulah 15 kebiasaan yang diyakini bisa membawa kesialan. Semoga menambah wawasan pembaca, ya!

Artikel ini ditulis oleh Ovilia Putri Ramadhani Mahasiswa Magang Pendidikan di NadiKabar.com