Arus wisatawan tersebut berpotensi menciptakan pergerakan ekonomi di luar lokasi konser. Sektor akomodasi, kuliner, transportasi, hingga berbagai usaha pendukung pariwisata dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas wisatawan.
Jangkauan internasional konser tersebut turut terlihat dari data awal penjualan tiket. Promotor mencatat 52,8% pembelian tiket dalam 24 jam pertama berasal dari penggemar yang tersebar di 73 negara.
Bagi Jakarta, angka tersebut memperlihatkan bahwa konser dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan destinasi, kuliner, ruang kreatif, pusat perbelanjaan, hingga pengalaman wisata perkotaan kepada pengunjung yang datang khusus untuk pertunjukan.
Kehadiran ribuan wisatawan mancanegara membuka peluang bagi Jakarta untuk memperpanjang pengalaman kunjungan melalui berbagai produk pariwisata dan ekonomi kreatif. Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Jakarta untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai kota yang mampu menjadi tuan rumah pertunjukan musik berskala internasional.