Sekitar 1.500 dokter bedah dari berbagai wilayah Indonesia menghadiri P2B2 XXIII PABI 2026. Pertemuan ini menjadi wadah bagi para dokter bedah dari Sabang hingga Merauke untuk bertukar pengalaman, memperbarui pengetahuan, sekaligus memperkuat jejaring profesi.

Peserta berasal dari rumah sakit pusat dan daerah, termasuk dokter yang bertugas di wilayah kepulauan, kawasan terpencil, hingga daerah rawan bencana. Beragam latar belakang tersebut mempertemukan pengalaman dan tantangan pelayanan bedah dari berbagai kondisi di Indonesia.

Forum ini juga menyoroti pentingnya pemerataan akses terhadap pelayanan bedah. Di tengah perbedaan kapasitas layanan kesehatan dan kondisi geografis Indonesia, masyarakat di berbagai daerah diharapkan tetap dapat memperoleh pelayanan bedah yang berkualitas, aman, cepat, dan mudah diakses.

Satu Forum untuk Membahas Pembedahan, Bencana, dan Teknologi

P2B2 XXIII PABI 2026 menghadirkan sejumlah workshop dan simposium yang membahas perkembangan ilmu bedah, mulai dari teknik pembedahan dan keselamatan pasien hingga penanganan trauma, kegawatdaruratan, kesiapsiagaan rumah sakit, serta pemanfaatan teknologi kesehatan.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah Workshop Disaster Medicine. Materi yang dibahas mencakup kesiapsiagaan menghadapi bencana, penanganan korban massal, triase, sistem komando, hospital disaster preparedness, trauma surgery, damage control surgery, hingga peran Emergency Medical Team dan humanitarian medicine.

Transformasi teknologi juga menjadi bagian dari pembahasan, termasuk pemanfaatan artificial intelligence (AI), telemedicine, drone, Geographic Information System (GIS), teknologi digital, serta minimally invasive surgery dalam pelayanan kesehatan dan praktik pembedahan.