NADIKABAR.COM — Dua bulan setelah gempa bumi dahsyat mengguncang Prefektur Kumamoto di Jepang barat daya pada 28 Juli, lebih dari 1.500 orang masih berada di pusat-pusat evakuasi, demikian dilaporkan media setempat pada Senin (28/9).
Gempa bermagnitudo 7,1 tersebut mencapai intensitas maksimum 7 pada skala intensitas seismik Jepang, yang berskala dari 0 hingga 7, di area-area yang paling parah terdampak. Gempa ini menewaskan 38 orang.
Hingga Jumat (25/9), sebanyak 1.514 orang masih berada di tempat pengungsian yang tersebar di 32 lokasi di seluruh prefektur tersebut, sementara banyak warga lainnya masih berada di hotel atau di rumah mereka yang rusak, seperti dilansir Jiji Press yang mengutip pemerintah Prefektur Kumamoto.
Gempa tersebut merusak 71.518 bangunan hunian, termasuk 9.540 bangunan yang hancur total atau sebagian.
Pemerintah Prefektur Kumamoto menghadapi tantangan utama untuk segera menyediakan tempat tinggal yang aman dan stabil bagi warga terdampak serta membantu mereka memulihkan kehidupan.