NADIKABAR.COM — Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang besar yang melanda kawasan perbatasan Nepal dan Tibet dilaporkan meningkat menjadi 165 orang. Hingga kini, tim penyelamat masih melanjutkan pencarian terhadap ratusan warga yang belum ditemukan.
Dilansir NadiKabar.com dari AFP, Kamis (27/8/2028), rekaman kamera pengawas dari wilayah perbatasan China memperlihatkan dahsyatnya terjangan lumpur dan puing. Dalam rekaman tersebut, material dalam jumlah besar menghantam bangunan bertingkat pada Rabu pagi, sementara puluhan orang terlihat berusaha menyelamatkan diri. Arus deras juga menyeret sejumlah kendaraan, termasuk bus dan mobil.
Pejabat setempat menyebut sebagian besar orang yang masih hilang merupakan wisatawan asing. Berdasarkan analisis Survei Geologi AS (USGS), bencana tersebut dipicu oleh runtuhnya gletser yang kemudian menyebabkan aliran puing besar menerjang dan menghancurkan berbagai wilayah yang dilaluinya.
Gelombang air bercampur lumpur yang digambarkan menyerupai tsunami menerjang permukiman dan kota di sepanjang aliran Sungai Bhote Koshi dan Trishuli. Kepolisian Nepal melaporkan telah menemukan 162 jenazah.
Di wilayah Tibet yang berada di seberang perbatasan, media China melaporkan sebuah "bencana tanah longsor" di Pelabuhan Gyirong yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Selain itu, sebanyak 265 orang masih dinyatakan hilang.