NADIKABAR.COM — Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Sebanyak 19 penerbangan rute Batam-Jakarta dan sebaliknya dibatalkan akibat terdampak abu vulkanik anak Krakatau.
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budhi, mengatakan Berdasarkan update operasional penerbangan Bandara Hang Nadim pada Senin (7/9/2026) pukul 11.30 WIB, terdapat 57 rencana penerbangan dengan total 7.947 penumpang.
Rinciannya, 53 penerbangan merupakan rute domestik dengan 7.451 penumpang dan empat penerbangan internasional dengan 496 penumpang. Dari total rencana penerbangan tersebut, sebanyak 19 flight terdampak abu vulkanik.
"Yang terdampak dari abu vulkanik ini ada 19 flight, yaitu rute Jakarta dengan estimasi 2.462 penumpang. Rinciannya sembilan kedatangan dan 10 keberangkatan tidak dilakukan penerbangan," kata Annang, Senin (7/9/2025).
Berdasarkan data Bandara Hang Nadim, 19 penerbangan rute Jakarta yang terdampak berasal dari empat maskapai. Super Air Jet tercatat memiliki enam penerbangan dengan 1.067 penumpang, Kemudian Citilink sebanyak delapan penerbangan dengan 696 penumpang.
"Selanjutnya Batik Air sebanyak tiga penerbangan dengan 464 penumpang dan Garuda Indonesia sebanyak dua penerbangan dengan 235 penumpang," ujarnya.
Sementara itu, sebanyak 38 penerbangan lainnya masih masuk dalam rencana operasional untuk rute selain Jakarta. Dari jumlah tersebut, 18 penerbangan telah terealisasi dengan 2.915 penumpang.
Sejumlah rute yang masih beroperasi tim redaksi lain Kuala Lumpur, Kualanamu, Pekanbaru, Pontianak, Padang, Palembang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, serta sejumlah rute lainnya.