"Mereka terus bertahan dengan banyak tantangan dan hambatan, berjuang dengan rasa yang sehormat-hormatnya, dengan gotong royong, swadaya, bagaimana mereka tetap berharap. Mereka masih tetap bisa hidup di tanah leluhurnya, masih bisa ziarah di makam leluhurnya, masih bisa mewariskan kehidupan untuk anak cucunya kelak,” ujar Masnuah.
Menurut dia, kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tempat tinggal, tetapi juga akses terhadap kebutuhan dasar dan keberlanjutan ekonomi.
Warga saat ini menghadapi kesulitan memperoleh air bersih karena hanya mengandalkan satu sumber sumur bor yang debitnya mulai berkurang. Kondisi banjir rob juga membuat aktivitas sehari-hari terganggu, termasuk kebutuhan sanitasi.
Melalui gerakan Xtreme Impact yang didukung oleh Purnomo Yusgiantoro Center, Global Trans Energi, dan Restoran Pesisir ini, penyelenggara menargetkan pengumpulan donasi hingga Rp1 miliar. Donasi itu bisa diberikan melalui platform resmi BenihBaik.com dalam kampanye "Xtreme Impact: Bantu Perempuan Pesisir Demak" atau xtremeimpact.org.
Dana tersebut direncanakan untuk mendukung penyediaan fasilitas air bersih, pembangunan rumah aman sebagai tempat berkumpul dan berlindung sementara bagi warga, serta pengembangan rumah produksi dan pemasaran "Omah Iwak" untuk memperkuat ekonomi perempuan pesisir.
Selain aksi renang dan penggalangan dana, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kemaritiman serta operasi katarak gratis pada 13 Desember 2026 dalam rangka memperingati Hari Armada, bekerja sama dengan TNI AL.
Perwakilan Extreme Impact, Richard Robot mengatakan, “Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut setiap tahun melalui berbagai bentuk kegiatan solidaritas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.”