NADIKABAR.COM — Pada 22 September 2026, dua pekan menjelang hari jadi ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), sebuah forum di Kementerian Pertahanan membicarakan interoperabilitas alutsista. Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto membuka diskusi mengenai peningkatan interoperabilitas TNI untuk operasi gabungan terintegrasi personel, doktrin, prosedur, data, jaringan, sensor, komando dan platform yang harus bekerja sebagai satu kesatuan.

Pesawat tempur, kapal perang, tank, rudal, dan radar mudah dikenali sebagai kekuatan: bentuknya terlihat, jumlahnya dapat dihitung. Pekerjaan yang membuat semua itu berguna justru berlangsung jauh dari pandangan manusia yang mengoperasikan dan merawatnya, data yang harus bergerak, latihan yang mempertemukan kemampuan berbeda. Ada jarak antara mempunyai sesuatu dan benar-benar mampu menggunakannya sebagai bagian dari kekuatan.

Forum itu berlangsung menjelang ulang tahun TNI. Ada angka lain yang lebih jauh: 19 tahun lagi, TNI berusia satu abad. Rentang itu cukup panjang untuk mendatangkan pesawat baru, membangun kapal, mendidik ribuan prajurit, dan juga cukup panjang bagi teknologi berganti generasi serta ancaman berpindah wajah.