NADIKABAR.COM — Kementerian Koordinator Bidang Pangan mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) tetap tegas menutup dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Penutupan dilakukan bertahap lantaran jumlah dapur yang cukup besar.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan langkah tegas perlu dilakukan agar kejadian keracunan makanan dan semacamnya terhadap siswa penerima MBG tidak kembali terjadi.
"Langkah-langkah terus dilakukan langkah-langkah tegas. Namun demikian karena memang volumenya cukup besar, perlakuannya dilakukan secara bertahap dan sistematis," kata Hanif di SDN 5 Pedungan, Denpasar, Bali, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, BGN perlu mempertimbangkan dan melakukan banyak hal dalam mengambil langkah terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi ketentuan.