"Gak tahu ini namanya apa, baru tanya-tanya juga ini apa, digunakan untuk apa. Saya sampai gemetar ini," kata Susi, kepada awak media di Masjid Agung, Rabu (26/8/2026).
"Saya baru melihat pertama ini. Kebetulan saya ke Solo ke tempat saudara, tadi pagi jalan-jalan ke Alun-alun dan diberi tahu ada acara ini," imbuhnya.
Masyarakat yang lain, Parti asal Karanganyar, berkata sudah menunggu Grebeg Maulud ini sejak pukul 06.30 WIB. Dia yang sudah berusia 61 tahun tidak mampu ikut berebut gunungan.
"Ini dapat kacang panjang, dikasih orang tadi. Saya ikut berebut sudah tidak bisa. Nanti (kacang panjang) mau disayur, biar berkah barokah," kata Parti.
Ketua Takmir Masjid Agung Solo, Muhammad Muhtarom, menyayangkan perebutan gunungan yang terlalu terburu-buru. Dia berharap masyarakat bersabar hingga prosesi doa selesai.
"Itu karena tergesa-gesa saja. Orang sekarang kan diminta bersabar sulit, makanya keberkahannya kurang. Ketika kita tidak mau bersabar, keberkahan tidak akan diperoleh," ucap Muhtarom.