NADIKABAR.COM — Dua orang meninggal dunia dalam insiden ledakan di Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Polisi merinci, satu korban bernama Riko merupakan karyawan toko buah dan satu korban lainnya bernama Achmad Tri Prasetyo merupakan warga sekitar.

"(Korban meninggal) 1 pegawai operasional yang menyewa ruko, 1 masyarakat sekitar," kata Kasi Humas Polres Tangsel Iptu Yuni kepada wartawan, Kamis (15/10/2026).

Ketika ditanya soal pegawai ruko yang tewas adalah karyawan toko buah, Yuni membenarkan. "Iya (pegawai toko buah)," jelasnya.

Selain korban meninggal dunia, 11 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Para korban saat ini dirawat di tiga rumah sakit, yakni RSUD Tangsel, RS Sari Asih, dan RS Fatmawati.

Ledakan dahsyat itu terjadi pada Rabu (14/10) sekitar pukul 18.15 WIB. Polisi mengungkap ledakan berasal dari ruang pematangan (ripening room) pisang yang berada di lokasi.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Imron Ermawan menjelaskan pihaknya telah melakukan olah TKP kedua setelah olah TKP pertama pada kemarin malam. Dalam olah TKP ini, terdapat rekaman dari 18 CCTV yang dikumpulkan.

"Hari ini kami melakukan olah TKP yang kedua. Setelah kemarin kejadian pukul 18.15 WIB, kami olah TKP pertama. Malam tidak bisa dilanjutkan. Kami mengumpulkan beberapa CCTV di beberapa sudut, termasuk di lokasi, termasuk dekodernya," kata Imron di Pasar Cimanggis.

Imron menegaskan tidak ditemukan bom di lokasi kejadian. Dia mengatakan olah TKP masih terus dilakukan.

"Sementara hasil dari rekan unit Jibom yang melakukan sterilisasi, sementara ya, tidak ditemukan barang berupa bom. Tentunya ini masih akan kami dalami dan tindak lanjuti," ujarnya.

Kabid Balmetfor Puslabfor Bareskrim Polri AKBP Jakaria Sembiring menyampaikan temuan di TKP, seperti tabung gas etilen 52 kg serta selang untuk menyalurkan gas ke ruangan ripening. Dia menjelaskan ripening room tersebut digunakan untuk mematangkan buah pisang.

"Hari ini kami menemukan beberapa temuan di lokasi ledakan. Yang pertama kita menemukan ada sebuah tabung gas isi 52 kilo, itu tabung gas etilen ya, gas etilen. Kemudian kita juga menemukan potongan selang, selang untuk menyalurkan gas etilen tersebut ke ruangan ripening ya, ripening ini adalah ruangan untuk mematangkan buah pisang agar cepat matang dan dia bisa matang merata," ujarnya.