NADIKABAR.COM — Sebanyak 698 liter BBM subsidi jenis Pertalite disita dari dua pelangsir berinisial T (54) dan D (49) di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kedua pelaku melancarkan aksinya dengan memanfaatkan 20 barcode untuk bolak-balik mengisi BBM di SPBU berbeda.
Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan menjelaskan, pelaku D beraksi melintasi tiga daerah untuk menguras Pertalite. Pelaku berbekal belasan kode transaksi digital saat menyisir SPBU.
"Pelaku masuk ke setiap SPBU mulai dari Kabupaten Pinrang, kemudian masuk ke Kota Parepare, hingga ke Kupa, Kabupaten Barru, dan kembali lagi ke Kota Parepare untuk melakukan pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite dengan menyiapkan 18 barcode yang berbeda," kata Phunky saat konferensi pers, Selasa (15/9/2026).
Phunky menjelaskan, pelaku D menyedot bensin dari tangki mobil Avanza miliknya ke dalam jeriken setiap kali selesai mengisi BBM di SPBU. Pada tiap SPBU, pelaku D membeli Pertalite senilai Rp 400 ribu.
"Setiap kali pelaku melakukan pengisian BBM, pelaku memindahkannya dari tangki mobil dengan cara disedot menggunakan pompa kecil ke dalam jerigen yang disiapkannya di dalam mobil sebanyak 18 jeriken hingga jeriken tersebut terisi penuh," jelasnya.
Dari pelaku D, polisi menyita 578 liter Pertalite di dalam 18 jeriken dan 18 barcode. BBM tersebut rencananya hendak diselundupkan ke luar Sulawesi Selatan.
"Selanjutnya BBM tersebut akan dibawa ke Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat untuk diperjualbelikan," tuturnya.