Meena dan Minal diadopsi dari dua panti asuhan yang berbeda pada 1980-an, oleh dua pasangan Belanda yang juga berbeda.
Meena mengatakan ia tumbuh besar di sebuah desa kecil di Belanda dalam keluarga yang penuh kasih sayang.
"Orang tua saya adalah guru di sekolah swasta. Bahkan, mereka juga mengajar saya di sekolah. Mereka sangat penyayang dan sangat percaya kepada orang lain."
Ayahnya meninggal beberapa tahun lalu, tetapi ibunya masih tinggal di desa yang sama.
"Kami berbicara setiap hari. Dia masih menjadi tempat saya merasa aman," katanya.
Pada 2003, saat berusia 19 tahun, Meena mengunjungi panti asuhan di Mumbai bersama orang tua dan saudara laki-lakinya, yang juga diadopsi, dari Goa.
Selama dua minggu, mereka menelusuri berbagai catatan dan dokumen untuk mencari informasi tentang orang tua kandung Meena.
"Bagi saya, penting untuk mengetahui asal-usul saya, siapa ibu saya. Namun panti asuhan itu tidak bersedia mengungkapkan detail apa pun tentang mereka," katanya.
Minal dan Meena saat mengikuti kegiatan retret akhir pekan pada masa remaja mereka pada 1990-an. (Meena Geltink)
Sejak Mei, Meena dan Minal berbicara satu sama lain hampir setiap dua hari sekali. Mereka telah bertemu pasangan, anak-anak, saudara laki-laki, serta orang tua masing-masing.
"Semua orang memperhatikan bagaimana kami saling melengkapi kalimat, cara kami menggerakkan kepala, atau cara kami berjalan yang mirip," kata Meena.
Menurut Meena, fakta bahwa mereka adalah saudara kandung masih terus berproses untuk dipahami sepenuhnya. Ia menambahkan bahwa mereka kini berusaha menebus waktu yang telah hilang.
"Kadang-kadang kami mengobrol selama dua jam dan lupa waktu, lalu tiba-tiba teringat bahwa kami harus berbelanja atau menjemput anak dari sekolah."
Meena mengatakan ada satu hal yang sangat ingin ia dan saudari perempuannya lakukan, yakni kembali ke tempat di mana semuanya bermula.
"Kami ingin pergi ke India bersama suatu hari nanti, berjalan bersama di jalan-jalan Mumbai."
"Ada masa-masa ketika kami berdua merasa sangat kesepian, seperti saat saya kehilangan ayah atau mengalami patah hati. Saya menyesal kami tidak bisa berada di sisi satu sama lain pada saat-saat itu. Kami bisa berbagi kebahagiaan dan saling membantu melewati masa-masa sulit."