"Korban diajak turun berkelahi tapi tidak digubris. Kemudian korban menyampaikan itu na beraniko karena anaknya Petta Selo," katanya.
Rayendra menuturkan ungkapan yang dilontarkan korban membuat pelaku emosi. Pelaku langsung mendatangi korban hingga terjadi perkelahian.
"Pelaku keberatan disebut nama orang tuanya sehingga mendatangi korban yang sementara antre di SPBU. Kemudian pada saat berhadapan korban mengambil badiknya dan pelaku langsung menangkap tangan korban," bebernya.
"Pelaku kemudian mengambil alih badik korban yang belum terhunus dan melakukan penganiayaan dengan cara memukul korban secara berulang. Pelaku menggunakan badik tersebut memukul," sambung Rayendra.