NADIKABAR.COM — Sedikitnya dua rudal dilaporkan menghantam Pulau Qeshm yang dikuasai Iran di perairan Selat Hormuz. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak secara langsung mengakui serangan itu, namun menyebut AS memang melancarkan "serangan kecil" menargetkan "perangkat anti-pesawat" buatan Iran.
Serangan terbaru terhadap Pulau Qeshm itu, seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (7/11/2026), dilaporkan oleh kantor berita Iran, Tasnim, yang menyebut setidaknya dua rudal menghantam Pulau Qeshm pada Sabtu (7/11) waktu setempat.
Belum ada informasi resmi mengenai kerusakan yang ditimbulkan oleh kedua rudal tersebut.
Laporan televisi pemerintah Iran menyebutkan terjadinya dua ledakan di pulau terbesar yang ada di Selat Hormuz tersebut.
Kantor berita pemerintah IRNA, secara terpisah, melaporkan bahwa berdasarkan keterangan saksi mata, dua proyektil menghantam area Suza di Pulau Qeshm, yang berada di wilayah selatan Iran, setelah terdengar suara pesawat mengudara di atas pulau tersebut.
Militer Iran, dalam pernyataan pada Sabtu (7/11) pagi, melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya telah "menghantam dan menghancurkan" sebuah drone AS yang mengudara di atas Pulau Qeshm. Pernyataan militer Iran itu tidak menyebutkan apakah pulau tersebut memang kembali diserang.