NADIKABAR.COM — Sebanyak 200 peserta mengikuti pelatihan diversifikasi produk olahan hasil pertanian yang digelar Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur.

"Hari ini kami menggelar pelatihan diversifikasi olahan hasil pertanian yang diikuti 200 orang dari 10 kecamatan yang tersebar di wilayah Kota Jakarta Timur yang terdiri dari berbagai kalangan," kata Kepala Sudin KPKP Jakarta Timur Taufik Yulianto di Training Center Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin.

Taufik menyebut, pelatihan ini bertujuan memperkenalkan berbagai bentuk pengolahan hasil pertanian kepada masyarakat Jakarta Timur. Pelatihan ini juga dapat meningkatkan nilai tambah produk hasil pertanian sebagai peluang usaha dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Tentunya dengan pelatihan ini masyarakat bisa mengetahui olahan apa saja dari hasil pertanian. Jadi kita bisa meningkatkan motivasi dan kreativitas olahan hasil pertanian masyarakat," ujar Taufik.

Taufik menjelaskan, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik pengolahan sejumlah komoditas pertanian seperti kentang, jagung, dan brokoli.

Tiga komoditas tersebut dapat diolah menjadi sejumlah produk makanan untuk menciptakan produk usaha.

Beberapa produk yang dipraktikkan dalam kegiatan tersebut, yakni es jagung lumer, Pootato cheese ball, dan pie jagung keju brokoli.

"Peserta kita beragam, ada dari berbagai kalangan mulai binaan Jakpreneur, warga yang sudah mempunyai usaha sendiri di Jakarta Timur, sama masyarakat umum," ucap Taufik.

Peserta yang hadir, kata Taufik juga mendapatkan bantuan berupa alat dapur untuk memotong dan mencincang (chopper) untuk mendukung kegiatan produksi usaha mereka.

"Para peserta diberikan bantuan berupa chopper yang bertujuan membantu produksi usahanya," kata Taufik.

Adapun pelatihan berlangsung selama dua hari, pada 21-22 September 2026 di TC Klender, Jakarta Timur. Diharapkan, pelatihan ini dapat memberikan inovasi masyarakat dalam mengolah produk hasil pertanian yang sehat, bergizi, dan bernilai.