"Dari Dinkes Puskesmas sudah ke sini. Polres, Kodim, BPOM juga ke sini," sambungnya.

Sementara itu, Puskesmas Lasem mencatat telah menerima 28 pasien dari SMAN 1 Lasem sejak muncul laporan dugaan keracunan makanan. Dari jumlah tersebut, sembilan siswa harus menjalani rawat inap.

Kepala Puskesmas Lasem, dr Joko Paryanto, mengatakan sebagian besar pasien lainnya menjalani rawat jalan.

"Bahwa IGD Puskesmas Lasem sejak menerima laporan ada dugaan keracunan makanan dari SMA Negeri 1 Lasem kemarin, kita menerima 28 pasien sampai hari ini. Dari 28 pasien itu yang menjalani rawat inap ada 9 anak dan sisanya rawat jalan," kata Joko saat ditemui NadiKabar di puskesmas, Jumat (4/9/2026).

Joko menjelaskan, sembilan siswa yang menjalani rawat inap mengalami sejumlah keluhan, mulai diare, mual, muntah, nyeri perut hingga pusing. Namun, kondisi mereka berangsur membaik.

"Alhamdulillah dari sembilan pasien yang kami rawat yang keluhan utamanya masuk dengan diare, mual, muntah, nyeri perut dan juga pusing, berangsur membaik. Yang asalnya diarenya lebih dari tujuh kali, sekarang hanya tinggal sekali dua kali," ujarnya saat ditemui NadiKabar.