Sementara itu, sebanyak 36 desa wisata sudah dibuka lagi untuk kunjungan wisatawan. Terdapat 13 desa wisata yang mengalami rusak ringan masih ada yang beroperasi. Kerusakan ringan di sejumlah desa wisata itu meliputi homestay, viewing deck, toilet, boardwalking, dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Andhy Marpaung, mengatakan aktivitas wisata di Labuan Bajo masih berlangsung normal. Sejumlah destinasi yang terdampak gempa tetap menerima kunjungan wisatawan.
"Berdasarkan hasil pemantauan dan pembaharuan informasi di lapangan, aktivitas pariwisata di Labuan Bajo telah kembali berlangsung dan sejumlah destinasi serta akomodasi telah kembali menerima wisatawan," kata Andhy, Senin (14/9/2026).