NADIKABAR.COM — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membayangi hampir seluruh wilayah Jawa Barat. Berdasarkan Dokumen Kajian Risiko Bencana, luas wilayah yang masuk dalam potensi bahaya karhutla mencapai 2.289.001 hektare.

Dari luasan tersebut, 574.567 hektare berada dalam kategori bahaya tinggi. Sementara 1.714.434 hektare lainnya masuk kategori bahaya sedang.

Data itu menunjukkan ancaman karhutla bukan hanya persoalan di satu atau dua daerah. Wilayah dengan potensi kebakaran tersebar dari kawasan hutan, perkebunan, hingga daerah perkotaan.

Kabupaten Sukabumi menjadi daerah dengan wilayah potensi bahaya karhutla terluas di Jawa Barat. Total luasannya mencapai 364.006 hektare, dengan lebih dari 100 ribu hektare di antaranya masuk kategori bahaya tinggi.

"Total wilayah Kabupaten Sukabumi yang masuk dalam potensi bahaya karhutla mencapai 364.006 hektare. Luasan itu terdiri dari 261.630 hektare kategori bahaya sedang dan 102.376 hektare kategori bahaya tinggi," jelas Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, Senin (31/8/2026).

Besarnya wilayah rawan di Sukabumi membuat daerah tersebut menjadi salah satu kawasan yang perlu mendapat perhatian serius dalam upaya pencegahan karhutla.

Selain Sukabumi, sejumlah kabupaten dengan wilayah luas juga memiliki potensi bahaya yang besar. Kabupaten Cianjur tercatat memiliki total wilayah rawan mencapai 307.174 hektare, disusul Kabupaten Garut seluas 266.543 hektare.

"Kabupaten Cianjur memiliki total luasan 307.174 hektare, dengan 282.505 hektare kategori sedang dan 24.669 hektare kategori tinggi," katanya.