"Kami berharap ketika ini sudah disampaikan kepada anak-anak binaan, itu akan berdampak positif kepada mereka. Mereka akan mempunyai pengetahuan dasar tentang kepalangmerahan, yaitu pertolongan pertama," ujar Setiawan.
Ia juga berharap pengetahuan dasar tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik saat masih berada di Lapas atau sudah kembali ke rumah masing-masing. Setidaknya, anak-anak binaan dapat membantu keluarga maupun lingkungan sekitar ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan pertolongan pertama di kemudian hari.
Setiawan menyebut kegiatan edukasi kepalangmerahan tidak hanya menyasar anak-anak binaan di LPKA. Tetapi juga dilakukan kepada berbagai kelompok masyarakat, termasuk kalangan profesional dan dunia usaha secara rutin dan berkelanjutan.
"Kemarin kami laksanakan kepada kalangan profesional. Karena penting sekali tentang ilmu dasar dari kepalangmerahan ini," ucap Setiawan.