NADIKABAR.COM β€” Sebanyak 25 desa/kampung di Kabupaten Aceh Tengah mendapat alokasi Program Kebun Pangan Perempuan sebagai upaya memperkuat dan meningkatkan ketahanan pangan keluarga, peran perempuan, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

β€œProgram ini sangat bagus. Kita ingin lahan yang ada di lingkungan masyarakat dapat dimanfaatkan secara produktif, sehingga membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus mendukung penanganan stunting dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Bupati Aceh Tengah dalam keterangan diterima di Banda Aceh, Rabu.

Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan dirinya bersama dengan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan di Jakarta.

Ia menjelaskan pelaksanaannya program di 25 desa tersebut akan diintegrasikan dengan program penanganan stunting, ketahanan pangan, serta pengembangan ekonomi produktif masyarakat.

Menurut dia, keterlibatan perempuan menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan pangan dari tingkat keluarga.

β€œDengan adanya dukungan pemerintah dan masyarakat, program tersebut diharapkan mampu mendorong kemandirian keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Aceh Tengah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa bantuan bibit cabai dan kopi dari Menteri Pertanian sebelumnya telah ditanam.

Program tersebut juga akan disinergikan dengan Program Kebun Pangan Perempuan agar pemanfaatan lahan tidak berhenti pada kegiatan menanam, tetapi memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan mengatakan Provinsi Aceh menjadi salah satu wilayah dengan alokasi program yang cukup besar yakni mencakup 150 desa di enam kabupaten. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 desa berada di Kabupaten Aceh Tengah.

β€œProgram tersebut direncanakan berlangsung selama tiga tahun secara berkelanjutan,” katanya.

Ia menjelaskan, Kebun Pangan Perempuan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga memperkuat peran dan akses perempuan dalam komunitas. Pemanfaatan lahan di sekitar rumah menjadi salah satu pendekatan agar kegiatan lebih mudah dijangkau dan dilakukan secara berkelanjutan.

Program tersebut memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya dekat dengan rumah, aman bagi ibu dan anak, menghemat waktu serta tenaga, mendorong penggunaan bahan pangan yang lebih sehat, dan menciptakan lingkungan yang asri serta menyenangkan.