NADIKABAR.COM — Cerita pilu menyelimuti kehidupan Beti Sri Wahyuni (43), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Lebaksiuh, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sudah 26 tahun lamanya Betty bertahan di Riyadh, Arab Saudi, tanpa kepastian gaji dan ruang untuk pulang ke tanah air.
Dalam video yang diterima NadiKabar, Beti mengungkapkan kondisinya di tanah perantauan. Ia mengaku sudah tak tahan berada di Riyadh karena tak diberi gaji selama bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART).
"Assalamualaikum, saya Beti dari Sukabumi. Saya sudah 26 tahun (bekerja) selama ini saya tidak dapat gaji dan tidak boleh berkomunikasi dengan keluarga. Saya ingin pulang, tolong bantuannya kepada pemerintah," ucap Beti dalam video tersebut.
Kakak Beti, Lukas (59) menceritakan bahwa Beti berangkat mencari nafkah sejak tahun 2000, tak lama setelah ia menyelesaikan pendidikannya di tingkat Aliyah. Bermodalkan izin dari keluarga, Beti diberangkatkan melalui jalur sponsor resmi di Cisaat.
Namun, impian memperbaiki taraf hidup justru berubah menjadi belenggu panjang. Sejak menjejakkan kaki di Riyadh hingga kini, komunikasi tim redaksi Betty dan keluarga di tanah air sempat terputus total.