NADIKABAR.COM — Sebanyak 26.705 produk di Kota Kediri telah mengantongi sertifikasi halal. Pemerintah Kota Kediri bersama Bank Indonesia (BI) Kediri kini mendorong penguatan ekosistem halal agar tak berhenti pada sertifikasi produk, tetapi ikut menggerakkan ekonomi masyarakat.

Data tersebut tercatat di Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) per 2 September 2026. Penguatan ekosistem halal menjadi salah satu fokus dalam Semarak Ekonomi Syariah Wilayah Mataraman atau Syi'ar 2026 yang digelar di Kota Kediri, Jumat (4/9/2026).

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan capaian puluhan ribu produk bersertifikat halal menunjukkan pelaku usaha di Kota Kediri mulai serius meningkatkan kualitas produk sekaligus memberikan kepastian kepada konsumen.

"Ini menunjukkan bahwa ekosistem halal di Kota Kediri terus bergerak, di mana ada ribuan pelaku usaha yang terus berbenah meningkatkan kualitas produk dan berusaha memberikan jaminan kepada konsumen," kata Vinanda kepada NadiKabar, Jumat (4/9/2026).

Menurut Vinanda, pengembangan ekonomi syariah tidak boleh hanya dipandang dari sisi sektor keuangan. Ekonomi syariah juga berkaitan langsung dengan pertumbuhan UMKM, peningkatan kualitas produk lokal, pemberdayaan pesantren hingga akses pembiayaan.

"Ketika kita berbicara tentang ekonomi syariah, tentunya ini tidak hanya tentang keuangan, tetapi juga tentang bagaimana usaha masyarakat tumbuh, produk lokal naik kelas, pesantren menjadi pusat pemberdayaan ekonomi, serta bagaimana masyarakat mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah, aman, serta inklusif," ujarnya.

Pemkot Kediri bersama BI Kediri dan instansi terkait terus mendorong pelaku usaha untuk memenuhi persyaratan sertifikasi halal. Upaya tersebut menjadi bagian dari pembangunan ekosistem halal dari hulu hingga hilir.