Bus listrik "low deck" sepanjang 12 meter yang diproduksi melalui kolaborasi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dan PT Laksana Bus Manufaktur (Laksana) disiapkan untuk Koridor I rute Terminal Mangkang–Terminal Penggaron.

Armada yang menghubungkan wilayah barat dan timur Kota Semarang ini mulai beroperasi secara bertahap pada 25 September 2026 dan ditargetkan beroperasi penuh sebelum akhir tahun.

Bus berkapasitas hingga 60 penumpang tersebut dirancang untuk memudahkan akses penyandang disabilitas dan warga dengan mobilitas terbatas.

Tanpa emisi gas buang langsung dan dengan tingkat kebisingan operasional yang lebih rendah, kehadiran bus listrik juga memberi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung penggunaan kendaraan listrik dalam layanan transportasi publik.

"Dulu orang berpikir isi ulangnya di mana, lalu ada kekhawatiran dayanya makin lama makin turun. Dengan menghadirkan bus listrik untuk Trans Semarang, masyarakat bisa melihat langsung keandalannya," katanya.

Ia menekankan bahwa transformasi transportasi publik perlu berjalan melalui penerapan teknologi yang lebih berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup warga.