NADIKABAR.COM — Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Panama pada Jumat (9/10) waktu setempat, menyebabkan bangunan runtuh dan jalanan retak di wilayah tengah negara tersebut. Sedikitnya 27 orang mengalami luka-luka, namun sejauh ini tidak ada laporan kematian akibat gempa kuat tersebut.

Survei Geologi Amerika Serikat (AS) atau USGS mencatat gempa bumi terjadi pada Jumat (9/10) siang, sekitar pukul 12.56 waktu setempat. Pusat gempa berada di lokasi berjarak 10 kilometer dari kota kecil Pitaloza Arriba, wilayah tengah Provinsi Herrera.

Peringatan tsunami yang sempat dirilis untuk wilayah Pasifik Timur, telah dicabut.

Laporan Sistem Perlindungan Sipil Nasional, seperti dilansir AFP, Sabtu (10/10/2026), guncangan gempa yang dangkal tersebut dirasakan di seluruh wilayah Panama, yang ada di kawasan Amerika Tengah dan berpenduduk sekitar 4,5 juta jiwa tersebut.

Kepala operasi darurat, Rene Garcia, mengatakan kepada AFP bahwa sejauh ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa.

Pernyataan dari Sistem Perlindungan Sipil Nasional menyebutkan bahwa terdapat 27 orang yang mengalami luka ringan di berbagai wilayah Panama akibat gempa tersebut.

"Kita sedang menghadapi bencana besar," kata Presiden Panama, Jose Raul Mulino, dalam pernyataannya.

Mulino menyebutkan bahwa sejumlah ruas jalanan "kolaps total".

Di Panama City, ibu kota negara tersebut, yang berjarak sekitar 200 kilometer dari pusat gempa, sempat terjadi kepanikan dengan orang-orang berlarian keluar dari gedung-gedung bertingkat.

Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan air yang tumpah dari kolam renang di rooftop sebuah gedung 20 lantai. Video lainnya menunjukkan sebuah jembatan di atas Terusan Panama berguncang hebat, namun tetap berdiri kokoh saat kendaraan melintas di atasnya.

Lebih dari 80 gempa susulan, dengan salah satu berkekuatan Magnitudo 6, tercatat oleh institut geosains setempat.

Mulino menyerukan masyarakat tetap tenang. "Apa yang terjadi tidak seharusnya menjadi alasan untuk menimbulkan kepanikan dan kekacauan," ucapnya.

Mulino telah mengunjungi area Penonome untuk mengoordinasikan respons penanggulangan bencana.

Menteri Kesehatan Fernando Boyd, secara terpisah, mengatakan bahwa area paling terdampak gempa ada di Provinsi Herrera dan Cocle, juga Los Santos, Dia menyebut kota Tonosi di Los Santos terisolasi sepenuhnya.

"Kami sedang mencari cara untuk menjangkaunya melalui jalur udara, karena akses darat tidak memungkinkan," ucapnya.

Bandara internasional di Panama City, yang menjadi pusat penerbangan utama di kawasan itu, sempat ditutup sementara. Sejumlah penerbangan dialihkan ke bandara lain sebagai langkah pencegahan.

Sementara otoritas Terusan Panama menyatakan bahwa pelayaran melalui kanal yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Atlantik itu tidak terdampak dan beroperasi "seperti biasa".

Kementerian Pendidikan telah mengumumkan bahwa kegiatan belajar-mengajar di sekolah-sekolah akan diliburkan menyusul gempa.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan via media sosial X bahwa dirinya "memantau secara saksama" situasi di Panama. Rubio mengatakan bahwa kementeriannya "secara cepat memobilisasi sumber daya dan personel untuk memberikan bantuan" atas permintaan pemerintah Panama.