NADIKABAR.COM — Sebanyak 270 siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Lebak, Banten, mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di gedung permanen baru seluas 8,8 hektare di Panggarangan.

‎Kepala Bidang Kepala Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial (Dinsos ) Kabupaten Lebak Iwan Khairil Anwar di Lebak, Kamis, mengatakan 270 orang yang mengikuti MPLS itu terdiri dari jenjang SD 30 siswa, SMP 120 siswa dan SMA 120 siswa.

‎Dia menambahkan bahwa seluruh siswa juga telah melakukan pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai persyaratan.

‎"Kami berharap pelaksanaan MPLS berjalan baik selama satu pekan dari tanggal 25 September sampai 2 Oktober 2026," kata Iwan.

Menurut dia, total keseluruhan siswa Sekolah Rakyat di gedung permanen Panggarangan mencapai 470 orang, yang terdiri atas 200 siswa rintisan tahun ajaran 2025/2026 serta 270 siswa tahun ajaran 2026/2027.

‎Peserta didik Sekolah Rakyat tersebut, kata dia, dari keluarga kategori miskin dan miskin ekstrem Desil 1 dan Desil 2 sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

‎Gedung permanen Sekolah Rakyat Panggarangan dilengkapi berbagai fasilitas, antara lain ruang belajar, asrama, gedung serbaguna, dapur, kantin, rumah ibadah, serta lapangan olahraga.

"Kami berharap Sekolah Rakyat dapat melahirkan siswa berprestasi yang memiliki kompetensi keahlian dan sumber daya manusia unggul serta mandiri, sehingga ke depannya mampu memutus mata rantai kemiskinan sesuai harapan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka," kata Iwan.

‎Sementara itu, salah satu orang tua siswa, Sukardi warga Cipanas Kabupaten Lebak mengaku dirinya merasa bangga anaknya bisa diterima di Sekolah Rakyat Panggarangan jenjang SMA.

‎"Kami berharap anak pertama dari tiga bersaudara itu bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi, sehingga bisa mengubah kehidupan yang lebih baik," kata Sukardi.