NADIKABAR.COM — Ribuan penari berbalut busana batik memadati Jalan Panglima Sudirman, Kota Probolinggo. Mereka tampil dalam pembukaan Batik in Motion 2026 yang memadukan seni, budaya, fesyen, dan pariwisata, sekaligus mencatatkan rekor dunia MURI.

Sebanyak 2.705 penari tampil secara serempak dalam rangkaian Welcome Parade Batik Showcase, Jumat (4/9/2026) sore. Mereka membawakan sejumlah tarian, di antaranya Tari Jaran Bodag, Tari Kiprah Lengger, dan Tari Kipas Bayuangga.

Pergelaran tersebut menjadi bagian dari Batik in Motion 2026 yang berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (4-6/9). Kegiatan ini mengusung tema "Tradition in Rhythm, Culture in Movement" sekaligus menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo.

Penampilan ribuan penari tersebut mendapat penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori line dance mengenakan busana tradisional dengan peserta terbanyak di dunia.

Penghargaan bernomor piagam 12.897 diserahkan Direktur Operasional MURI Awan Rahargo kepada Ketua Dekranasda Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin. Penyerahan disaksikan Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, dan jajaran Forkopimda.

Awan mengatakan pencapaian tersebut telah melalui proses verifikasi data di lapangan. Menurutnya, jumlah peserta yang tampil mencapai 2.705 orang.

"MURI telah menyaksikan sebuah peristiwa pencatatan dengan kriteria superlatif, yaitu pagelaran tarian kolosal line dance menggunakan busana tradisional dengan jumlah peserta terbanyak. Berdasarkan verifikasi data ketat yang dilakukan oleh tim kami di lapangan, tercatat sebanyak 2.705 penari tampil secara serempak, rapi, dan tertib. Ini bukan hanya rekor nasional, melainkan terbanyak di dunia dan menjadi kado terindah bagi Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo," kata Awan saat memberikan pengumuman.

Suasana parade berlangsung meriah. Ribuan peserta dari kalangan pelajar, pegiat seni, masyarakat, ASN, organisasi wanita, komunitas, hingga sanggar seni ikut ambil bagian.

Zahra, penari Jaran Bodag dari SMP Negeri 3 Kota Probolinggo, mengaku senang dapat tampil di tengah antusiasme masyarakat.

"Suasananya ramai sekali dan jalanan sangat padat, sempat membuat bingung, tetapi saya senang dan bangga sekali bisa ikut tampil menyukseskan acara hari ini," ujar Zahra yang tampil kompak bersama rekan-rekan dari sanggarnya.

Hal serupa disampaikan Yunita, pelajar kelas VIII Sekolah Rakyat yang membawakan Tari Kipas. Dia bersama tim menjalani latihan intensif sebelum tampil dalam acara tersebut.