NADIKABAR.COM — Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) mengatakan, sekitar 2,95 juta orang dari 23,35 juta peserta Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 2025-2026, atau hampir 10 persen memiliki gangguan mata, dan hal tersebut dapat memengaruhi produktivitas RI.
Ketua Umum Pengurus Pusat PERDAMI dr. Budu di Jakarta, Selasa mengatakan banyak dari orang-orang itu tidak menyadari bahwa dirinya punya gangguan penglihatan, dan menunda tindak lanjut hingga terlambat atau buta permanen.
"3,0 persen prevalensi kebutaan itu pada usia di atas 50 tahun, 81,2 persen itu oleh karena katarak," kata Budu.
Dia juga menyebutkan bahwa survei Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa 600-650 ribu kebutaan terjadi karena katarak. Oleh karena itu, Pemerintah pun berupaya memperkuat skrining secara nasional guna mencegah hal tersebut.
Menurutnya, persoalan kesehatan mata bukan hanya tentang penglihatan, namun hal itu dapat memengaruhi ekonomi dan kehidupan sosial.