NADIKABAR.COM — Tiga nelayan dengan kapal AA Indra sempat terombang-ambing di perairan Anyer, Serang, Banten. Kapal mereka berhenti karena mesin mati dan tak bisa diperbaiki.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten menerima laporan itu pada Rabu (30/9/2026) dini hari. Informasi kejadian diterima pada pukul 04.10 WIB dari Sanaji, seorang nelayan sekaligus pemilik kapal AA Indra.

Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Dermaga Ciparay, Anyer, pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB untuk mencari ikan di wilayah Perairan Anyer. Namun, pada Rabu sekitar pukul 01.20 WIB, kapal mengalami mati mesin.

"Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan personel dari Unit Siaga SAR Pandeglang dan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten menuju lokasi. Fokus utama kami adalah memastikan ketiga awak kapal dapat dievakuasi dengan selamat dan seluruh proses penanganan berjalan dengan aman," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad.

Upaya perbaikan telah dilakukan oleh awak kapal, tetapi mesin tidak kunjung dapat berfungsi. Selanjutnya, awak kapal menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten untuk meminta bantuan evakuasi.

Kapal AA Indra membawa tiga orang, yakni Sanaji, Amir, dan Saniman. Ketiganya dilaporkan dalam kondisi selamat dan masih berada di atas kapal saat laporan diterima.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten mengerahkan Tim Rescue dari Unit Siaga SAR Pandeglang dan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten menuju lokasi kejadian dengan menggunakan kendaraan operasional, rubber boat, serta peralatan SAR air, medis, dan komunikasi.

Lokasi kapal berada di Perairan Anyer pada koordinat 6°03'26.64"S 105°49'08.29"E, dengan jarak sekitar 4,86 nautical mile dari Posko SAR Terpadu Polairud.